—
## WNA Kerja di Indonesia โ Kena Pajak Apa?
Makin banyak perusahaan Indonesia mempekerjakan tenaga asing (ekspatriat), atau WNA yang bekerja remote dari Indonesia. Pertanyaan yang sering muncul: **apakah mereka wajib bayar pajak di Indonesia?**
Jawabannya: **tergantung status residen pajak mereka.**
—
## Penentu Utama: SPDN vs SPLN
### Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN)
WNA dikategorikan SPDN jika:
– Tinggal di Indonesia **lebih dari 183 hari** dalam 12 bulan, **atau**
– Berniat menetap di Indonesia (punya izin tinggal / KITAS jangka panjang)
**Konsekuensi SPDN:** Dikenakan pajak atas **penghasilan global** (dari Indonesia dan luar negeri), sama seperti WNI.
—
### Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN)
WNA dikategorikan SPLN jika tinggal di Indonesia **kurang dari 183 hari** dan tidak berniat menetap.
**Konsekuensi SPLN:** Hanya dikenakan pajak atas **penghasilan yang bersumber dari Indonesia**, dengan tarif PPh 26 (20% final dari bruto, atau lebih rendah jika ada tax treaty).
—
## Tarif PPh 21 untuk Ekspatriat SPDN
Sama seperti WNI โ menggunakan **tarif progresif PPh**:
| Penghasilan Kena Pajak (per tahun) | Tarif |
|————————————|——-|
| s.d. Rp 60 juta | 5% |
| Rp 60 juta โ Rp 250 juta | 15% |
| Rp 250 juta โ Rp 500 juta | 25% |
| Rp 500 juta โ Rp 5 miliar | 30% |
| Di atas Rp 5 miliar | 35% |
Berlaku TER (Tarif Efektif Rata-rata) mulai 2024.
—
## Kewajiban NPWP untuk WNA
WNA yang berstatus SPDN **wajib memiliki NPWP** dan melaporkan SPT Tahunan.
Dokumen yang diperlukan:
– Paspor
– KITAS / KITAP
– Surat keterangan kerja dari pemberi kerja di Indonesia
—
## Tax Treaty (Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda / P3B)
Indonesia memiliki tax treaty dengan 70+ negara. Jika WNA berasal dari negara yang punya P3B dengan Indonesia, tarif pajaknya bisa **lebih rendah dari standar**.
Contoh manfaat tax treaty:
– Pengurangan tarif PPh 26 dari 20% menjadi 10โ15%
– Penghindaran pajak ganda (tidak bayar pajak di dua negara sekaligus)
Untuk memanfaatkan treaty, WNA harus menyerahkan **Certificate of Domicile (SKD)** dari negara asalnya.
—
## Checklist untuk Perusahaan yang Mempekerjakan WNA
– [ ] Tentukan status SPDN atau SPLN berdasarkan durasi tinggal
– [ ] Daftarkan NPWP jika SPDN
– [ ] Potong PPh 21 (SPDN) atau PPh 26 (SPLN) setiap bulan
– [ ] Cek apakah ada tax treaty dengan negara asal WNA
– [ ] Lapor bukti potong ke DJP setiap masa
—
## Kesimpulan
| Aspek | SPDN (>183 hari) | SPLN (<183 hari) | |-------|-----------------|-----------------| | Objek pajak | Penghasilan global | Penghasilan dari Indonesia | | Tarif | Progresif (5โ35%) | PPh 26: 20% (atau treaty) | | NPWP | Wajib | Tidak wajib | | SPT Tahunan | Wajib | Tidak wajib | Kelola pajak ekspatriat di perusahaan kamu lebih mudah dengan bantuan Krisnatax. **[Konsultasi Sekarang โ](#)** --- *Ditulis oleh tim Krisnatax. Diperbarui Mei 2025.*