—
## Buka Usaha Makanan? Ini Pajak yang Harus Kamu Tahu
Usaha kuliner — dari warung sederhana sampai restoran besar — punya kewajiban pajak yang berlapis. Ada pajak pusat (dari DJP) dan pajak daerah (dari Pemda). Keduanya wajib dipenuhi.
—
## 1. Pajak Penghasilan (PPh) — Pajak Pusat
### Usaha Kuliner Omzet < Rp 500 Juta/Tahun
✅ **Bebas PPh** — sesuai ketentuan PP 55/2022, omzet s.d. Rp 500 juta tidak kena PPh.
### Omzet Rp 500 Juta – Rp 4,8 Miliar/Tahun
- Kena **PPh Final 0,5%** dari omzet bruto per bulan
- Bayar via kode billing, lapor di SPT Tahunan
### Omzet > Rp 4,8 Miliar/Tahun
– Wajib pembukuan lengkap
– PPh dihitung dari **laba bersih** dengan tarif progresif atau tarif badan (22%)
—
## 2. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
| Kondisi | Kewajiban PPN |
|———|————–|
| Omzet < Rp 4,8 miliar | Tidak wajib PKP, tidak perlu pungut PPN |
| Omzet > Rp 4,8 miliar | Wajib jadi PKP, pungut PPN 11% |
**Catatan:** Usaha kuliner yang belum PKP tidak perlu mencantumkan PPN di struk.
—
## 3. Pajak Restoran / Pajak Daerah
Ini yang **sering terlewat** — restoran, kafe, dan katering wajib memungut **Pajak Daerah** yang diatur Pemda setempat.
| Jenis | Tarif Umum | Dasar Hukum |
|——-|———–|————-|
| Pajak Restoran | 10% dari tagihan | Perda masing-masing daerah |
| Pajak Katering | 10% dari nilai jasa | Perda masing-masing daerah |
**Cara kerja:**
– Kamu **memungut** pajak restoran dari pelanggan (seperti kasir)
– Setor ke **Bapenda / Dinas Pendapatan Daerah** setempat setiap bulan
– Ini bukan biaya kamu — kamu hanya perantara
—
## 4. Pajak untuk Usaha di Platform Digital (GoFood, GrabFood, ShopeeFood)
Penghasilan dari platform ojol tetap **objek PPh**. Jika omzet gabungan (dine-in + delivery) melewati batas, kewajiban pajak berlaku penuh.
Beberapa platform sudah memotong pajak tertentu — cek kebijakan masing-masing platform dan minta laporan transaksi untuk pelaporan SPT.
—
## Checklist Kewajiban Pajak Usaha Kuliner
– [ ] Hitung omzet tahunan → tentukan rezim PPh yang berlaku
– [ ] Daftar NPWP jika belum punya
– [ ] Cek apakah wajib PKP (omzet > Rp 4,8 miliar)
– [ ] Daftar ke Bapenda daerah untuk Pajak Restoran
– [ ] Setor Pajak Restoran tiap bulan ke Pemda
– [ ] Lapor SPT Tahunan setiap April
—
## Contoh Kasus
**Warung Makan Bu Ani — Omzet Rp 30 juta/bulan (Rp 360 juta/tahun)**
| Pajak | Kewajiban |
|——-|———–|
| PPh Final UMKM | ✅ Bebas (omzet < Rp 500 juta) |
| PPN | ❌ Tidak wajib PKP |
| Pajak Restoran Daerah | ✅ Wajib pungut & setor ke Pemda |
---
## Kesimpulan
Usaha kuliner punya dua lapisan pajak yang harus dikelola: pajak pusat (PPh/PPN) dan pajak daerah (Pajak Restoran). Kesalahan yang paling umum adalah lupa mendaftar pajak daerah karena fokus hanya ke DJP.
Mau kami bantu urus kewajiban pajak usaha kuliner kamu? **[Konsultasi Gratis →](#)**
---
*Ditulis oleh tim Krisnatax. Diperbarui Mei 2025.*