📞 WA: 0878-7824-0845 ✅ Konsultan Pajak Resmi ⚡ Konsultasi Cepat 24/7 📍 Kantor di Jakarta Barat 💼 Melayani Seluruh Indonesia 🎁 Konsultasi Awal GRATIS 📞 WA: 0878-7824-0845 ✅ Konsultan Pajak Resmi ⚡ Konsultasi Cepat 24/7 📍 Kantor di Jakarta Barat
Artikel Pajak

Panduan Pajak untuk Usaha Kuliner dan Restoran di Indonesia

👤 Krisna Setiawan 📅 12 Mei 2026 ⏱️ 3 menit baca

—

## Buka Usaha Makanan? Ini Pajak yang Harus Kamu Tahu

Usaha kuliner — dari warung sederhana sampai restoran besar — punya kewajiban pajak yang berlapis. Ada pajak pusat (dari DJP) dan pajak daerah (dari Pemda). Keduanya wajib dipenuhi.

—

## 1. Pajak Penghasilan (PPh) — Pajak Pusat

### Usaha Kuliner Omzet < Rp 500 Juta/Tahun ✅ **Bebas PPh** — sesuai ketentuan PP 55/2022, omzet s.d. Rp 500 juta tidak kena PPh. ### Omzet Rp 500 Juta – Rp 4,8 Miliar/Tahun - Kena **PPh Final 0,5%** dari omzet bruto per bulan - Bayar via kode billing, lapor di SPT Tahunan ### Omzet > Rp 4,8 Miliar/Tahun
– Wajib pembukuan lengkap
– PPh dihitung dari **laba bersih** dengan tarif progresif atau tarif badan (22%)

—

## 2. PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

| Kondisi | Kewajiban PPN |
|———|————–|
| Omzet < Rp 4,8 miliar | Tidak wajib PKP, tidak perlu pungut PPN | | Omzet > Rp 4,8 miliar | Wajib jadi PKP, pungut PPN 11% |

**Catatan:** Usaha kuliner yang belum PKP tidak perlu mencantumkan PPN di struk.

—

## 3. Pajak Restoran / Pajak Daerah

Ini yang **sering terlewat** — restoran, kafe, dan katering wajib memungut **Pajak Daerah** yang diatur Pemda setempat.

| Jenis | Tarif Umum | Dasar Hukum |
|——-|———–|————-|
| Pajak Restoran | 10% dari tagihan | Perda masing-masing daerah |
| Pajak Katering | 10% dari nilai jasa | Perda masing-masing daerah |

**Cara kerja:**
– Kamu **memungut** pajak restoran dari pelanggan (seperti kasir)
– Setor ke **Bapenda / Dinas Pendapatan Daerah** setempat setiap bulan
– Ini bukan biaya kamu — kamu hanya perantara

—

## 4. Pajak untuk Usaha di Platform Digital (GoFood, GrabFood, ShopeeFood)

Penghasilan dari platform ojol tetap **objek PPh**. Jika omzet gabungan (dine-in + delivery) melewati batas, kewajiban pajak berlaku penuh.

Beberapa platform sudah memotong pajak tertentu — cek kebijakan masing-masing platform dan minta laporan transaksi untuk pelaporan SPT.

—

## Checklist Kewajiban Pajak Usaha Kuliner

– [ ] Hitung omzet tahunan → tentukan rezim PPh yang berlaku
– [ ] Daftar NPWP jika belum punya
– [ ] Cek apakah wajib PKP (omzet > Rp 4,8 miliar)
– [ ] Daftar ke Bapenda daerah untuk Pajak Restoran
– [ ] Setor Pajak Restoran tiap bulan ke Pemda
– [ ] Lapor SPT Tahunan setiap April

—

## Contoh Kasus

**Warung Makan Bu Ani — Omzet Rp 30 juta/bulan (Rp 360 juta/tahun)**

| Pajak | Kewajiban |
|——-|———–|
| PPh Final UMKM | ✅ Bebas (omzet < Rp 500 juta) | | PPN | ❌ Tidak wajib PKP | | Pajak Restoran Daerah | ✅ Wajib pungut & setor ke Pemda | --- ## Kesimpulan Usaha kuliner punya dua lapisan pajak yang harus dikelola: pajak pusat (PPh/PPN) dan pajak daerah (Pajak Restoran). Kesalahan yang paling umum adalah lupa mendaftar pajak daerah karena fokus hanya ke DJP. Mau kami bantu urus kewajiban pajak usaha kuliner kamu? **[Konsultasi Gratis →](#)** --- *Ditulis oleh tim Krisnatax. Diperbarui Mei 2025.*

📞 Butuh Bantuan Langsung?

Punya pertanyaan spesifik tentang topik di atas? Pak Krisna Setiawan siap bantu jawab via WhatsApp — gratis konsultasi awal.

💬 Chat Krisna Sekarang
👤

Krisna Setiawan

Konsultan pajak resmi yang berkantor di Jakarta Barat. Menangani SPT, PPh, PPN, sengketa pajak, dan tax planning untuk UMKM hingga korporasi.

💬 Hubungi via WhatsApp →
💬