๐Ÿ“ž WA: 0878-7824-0845 โœ… Konsultan Pajak Resmi โšก Konsultasi Cepat 24/7 ๐Ÿ“ Kantor di Jakarta Barat ๐Ÿ’ผ Melayani Seluruh Indonesia ๐ŸŽ Konsultasi Awal GRATIS ๐Ÿ“ž WA: 0878-7824-0845 โœ… Konsultan Pajak Resmi โšก Konsultasi Cepat 24/7 ๐Ÿ“ Kantor di Jakarta Barat
Artikel Pajak

PPh 21 vs PPh 23: Apa Bedanya dan Kapan Dipakai?

๐Ÿ‘ค Krisna Setiawan ๐Ÿ“… 12 Mei 2026 โฑ๏ธ 4 menit baca

**Target keyword:** PPh 21 vs PPh 23, perbedaan PPh 21 dan PPh 23, kapan pakai PPh 23

—

Salah satu kebingungan paling umum pengusaha dan staf finance adalah: *"Ini dipotong PPh 21 atau PPh 23?"* Salah potong bisa berujung kurang bayar โ€” dan sanksi administrasi. Artikel ini jelaskan perbedaan keduanya dengan contoh nyata.

—

## Ringkasan Singkat

| | PPh 21 | PPh 23 |
|—|—|—|
| **Objek** | Penghasilan orang pribadi | Penghasilan badan / OP dari jasa tertentu |
| **Penerima** | Karyawan, pekerja lepas, komisaris | PT, CV, atau OP pemilik usaha |
| **Siapa yang potong** | Pemberi kerja / pemberi penghasilan | Pihak yang membayar jasa |
| **Tarif dasar** | Progresif 5%โ€“35% | 2% (jasa) atau 15% (dividen, royalti) |
| **Bukti potong** | Form 1721-A1 / 1721-A2 | Form bukti potong PPh 23 |

—

## PPh 21 โ€” Pajak atas Penghasilan Orang Pribadi

PPh Pasal 21 dikenakan atas **penghasilan yang diterima oleh orang pribadi** dari pekerjaan atau jasa. Ini mencakup:

**Penghasilan yang dipotong PPh 21:**
– Gaji, tunjangan, bonus karyawan tetap
– Honorarium komisaris, dewan pengawas
– Fee konsultan perorangan (bukan atas nama perusahaan)
– Uang saku seminar / workshop untuk individu
– Penghasilan freelancer (desainer, penulis, fotografer) atas nama pribadi

**Tarif PPh 21:**
Menggunakan tarif progresif sesuai Pasal 17 UU PPh:
– Penghasilan s.d. Rp 60 juta/tahun: **5%**
– Rp 60 juta โ€“ Rp 250 juta: **15%**
– Rp 250 juta โ€“ Rp 500 juta: **25%**
– Rp 500 juta โ€“ Rp 5 miliar: **30%**
– Di atas Rp 5 miliar: **35%**

Untuk freelancer/OP tanpa NPWP, tarif dipotong lebih tinggi 20%.

—

## PPh 23 โ€” Pajak atas Penghasilan dari Jasa (Badan / OP Usaha)

PPh Pasal 23 dikenakan atas **pembayaran jasa, sewa, dan penghasilan pasif** yang diterima oleh **badan usaha** (PT, CV, Firma) atau **orang pribadi yang berstatus pengusaha**.

**Yang dipotong PPh 23:**

*Tarif 2% dari penghasilan bruto:*
– Jasa teknik, konstruksi (tertentu), konsultan
– Jasa manajemen, jasa hukum, jasa akuntansi
– Jasa IT, programming, cloud hosting
– Jasa iklan, pemasaran, event organizer
– Jasa pengiriman, ekspedisi, freight forwarding
– Sewa kendaraan, sewa peralatan

*Tarif 15% dari penghasilan bruto:*
– Dividen (bagi hasil dari investasi saham)
– Royalti (penggunaan hak paten, merek, franchise)
– Hadiah & penghargaan (tidak termasuk yang dipotong PPh 21)
– Bunga (selain dari bank)

—

## Cara Mudah Bedain: Siapa yang Terima Pembayaran?

**Skenario 1:** Anda bayar jasa desain ke **Budi (freelancer, atas nama pribadi)**
โ†’ **PPh 21** โ€” potong dari pembayaran ke Budi

**Skenario 2:** Anda bayar jasa desain ke **PT Kreatif Studio**
โ†’ **PPh 23** โ€” PT Kreatif Studio dipotong 2%

**Skenario 3:** Anda bayar **gaji bulanan** karyawan Budi
โ†’ **PPh 21** โ€” potong tiap bulan, lapor di SPT masa PPh 21

**Skenario 4:** Anda bayar **sewa gedung** ke CV Properti
โ†’ **PPh 23** (sewa selain tanah/bangunan) โ€” 2% dari nilai sewa
*(Catatan: sewa tanah/bangunan = PPh Final 4(2) 10%, bukan PPh 23)*

—

## Yang Sering Salah: Jasa Konsultan

Ini yang paling sering bikin bingung:

– Bayar konsultan pajak **perorangan** (atas nama Pak Krisna, bukan nama PT) โ†’ **PPh 21**
– Bayar konsultan pajak ke **PT / CV** โ†’ **PPh 23**
– Konsultan tersebut **punya SIUP / izin usaha** tapi dibayar atas nama pribadi โ†’ tetap **PPh 21**

—

## Kewajiban Pelaporan

| | PPh 21 | PPh 23 |
|—|—|—|
| **Lapor** | SPT Masa PPh 21 (tiap bulan paling lambat tgl 20) | SPT Masa PPh 23 (tiap bulan paling lambat tgl 20) |
| **Setor** | Paling lambat tgl 10 bulan berikutnya | Paling lambat tgl 10 bulan berikutnya |
| **Bukti potong** | Diberikan ke penerima untuk dilaporkan di SPT Tahunan | Diberikan ke penerima untuk dikreditkan |

—

## Apa yang Terjadi Kalau Salah Potong?

Jika yang seharusnya PPh 23 malah dipotong PPh 21 (atau sebaliknya), konsekuensinya:

– Pihak yang dipotong **tidak bisa mengkreditkan** di SPT Tahunan โ†’ bayar pajak lebih dari seharusnya
– Pihak pemotong bisa kena **pemeriksaan** dan **sanksi administrasi** karena salah setorkan ke kode akun pajak yang keliru
– Koreksi bisa dilakukan tapi butuh proses administrasi yang tidak sederhana

—

## Bingung Harus Potong Apa? Tanya KrisnaTax

Kasus di lapangan seringkali lebih kompleks dari contoh di atas โ€” apalagi jika vendor Anda adalah individu yang juga punya usaha, atau pembayarannya gabungan jasa + barang.

**KrisnaTax** bantu review kontrak dan tentukan jenis pemotongan pajak yang tepat โ€” sebelum terjadi kesalahan yang berujung koreksi atau pemeriksaan.

Konsultasi via WhatsApp โ€” respons cepat, solusi langsung.

—

## FAQ

**Q: Apakah PPh 23 selalu dipotong oleh pembayar?**
A: Ya, PPh 23 bersifat withholding โ€” pihak yang membayar jasa wajib memotong, menyetor ke kas negara, dan memberikan bukti potong ke penerima.

**Q: Bagaimana jika vendor menolak dipotong PPh 23?**
A: Penolakan tidak mengubah kewajiban hukum. Anda tetap wajib memotong. Kalau vendor keberatan, bisa dinaikkan nilai kontrak (gross-up) agar vendor terima nilai bersih yang sama.

**Q: Apakah PPh 23 bisa jadi kredit pajak?**
A: Ya. Bukti potong PPh 23 yang diterima bisa dikreditkan di SPT Tahunan PPh Badan, mengurangi pajak terutang di akhir tahun.

—

*Ragu menentukan jenis pemotongan pajak yang tepat? Konsultasikan ke KrisnaTax via WhatsApp.*

๐Ÿ“ž Butuh Bantuan Langsung?

Punya pertanyaan spesifik tentang topik di atas? Pak Krisna Setiawan siap bantu jawab via WhatsApp โ€” gratis konsultasi awal.

๐Ÿ’ฌ Chat Krisna Sekarang
๐Ÿ‘ค

Krisna Setiawan

Konsultan pajak resmi yang berkantor di Jakarta Barat. Menangani SPT, PPh, PPN, sengketa pajak, dan tax planning untuk UMKM hingga korporasi.

๐Ÿ’ฌ Hubungi via WhatsApp โ†’
๐Ÿ’ฌ